VIRAL: Tangis Haru Santri Iringi Perpisahan Ustadzah di MBS Muhammadiyah 5 Tulangan, Sidoarjo
![]() |
| Gambar diambil dari Instagram Jawatimurvox |
SIDOARJO - Sebuah video reel yang diunggah akun @jawatimurvox pada Kamis (5/11/2026) viral di Instagram. Video tersebut memperlihatkan momen perpisahan yang penuh haru antara seorang ustadzah dengan para santri putri di MBS Muhammadiyah 5 Tulangan, Sidoarjo.
Dalam video, terlihat puluhan santri putri yang mayoritas mengenakan jilbab putih dan seragam sekolah, memeluk erat seorang perempuan berjilbab cokelat yang diduga adalah ustadzah mereka. Para santri tampak menangis, memeluk, dan enggan melepaskan gurunya. Sang ustadzah pun terlihat ikut menangis sambil sesekali mengangkat tangannya.
Suasana perpisahan itu terjadi di dua lokasi, yakni di area luar gedung berdinding hijau dekat sebuah mobil putih, dan di lorong dalam gedung berdinding oranye yang disaksikan beberapa orang dewasa lainnya.
Dalam keterangan teks yang tertera di video, disebutkan narasi: "Dugaan Arogansi Oknum PCM Tulangan Sidoarjo Disorot, Nasib Ustadzah dan Kepercayaan Orang Tua Jadi Taruhan."
Narasi tersebut mengaitkan peristiwa itu dengan adanya dugaan persoalan internal yang melibatkan pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan. Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun PCM Tulangan mengenai penyebab perpisahan tersebut.
Video yang sudah dilike 1.437, dibagikan 117 kali, dishare 429 kali dan mendapatkan 278 komentar sejak tulisan ini dimuat.
Komentar Netizen: Simpati, Tuntutan Transparansi, dan Ajakan Tabayyun
Kolom komentar video tersebut dipenuhi ribuan tanggapan yang beragam:
1. Simpati untuk Ustadzah dan Santri
Mayoritas netizen menyampaikan rasa simpati dan sedih melihat tangisan para santri. Banyak yang menilai ikatan emosional antara guru dan murid tersebut menunjukkan sosok ustadzah yang dicintai muridnya.
2. Desakan Intervensi PDM/PWM
Sejumlah komentar mendesak Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur untuk turun tangan, mengusut persoalan, dan memastikan transparansi dalam pengelolaan sekolah.
3. Cerita Serupa dari Netizen Lain
Beberapa netizen membagikan pengalaman serupa, mengaku pernah mengalami dimutasi, diturunkan jabatan, atau dipaksa keluar dari sekolah Muhammadiyah tanpa perlindungan yang memadai bagi guru.
4. Ajakan untuk Tidak Terburu-buru Menghakimi
Sebagian netizen lainnya mengingatkan agar publik tidak langsung menyebarkan tuduhan yang belum terverifikasi. Mereka mengutip prinsip tabayyun dalam Al-Qur'an, yaitu memeriksa kebenaran berita sebelum menyebarkannya.
5. Perdebatan Antar Ormas
Sayangnya, sebagian kolom komentar justru melebar menjadi perdebatan antar ormas keagamaan, dengan saling menyalahkan, meskipun tidak ada bukti yang mengaitkan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, video tersebut terus menyebar dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan publik menunggu klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait.

Post a Comment
2. Komentar sensitif akan dihapus
3. Gunakan bahasa yang sopan dan saling menghargai perbedaan pendapat dan sudut pandang
4. Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE