Shalat: Charger Ruhani dan Kunci Ketenangan di Era Milenial

Table of Contents
Shalat: Charger Ruhani dan Kunci Ketenangan di Era Milenial

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, khususnya teman-teman muda, sahabat milenial yang saya cintai. Mari kita awali pertemuan ini dengan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. 

Takwa itu bukan cuma soal takut, tapi soal rasa cinta dan butuh kita kepada Sang Pencipta. Teman-teman sekalian, kita hidup di zaman yang luar biasa cepat. Bangun tidur yang dicari HP, mau makan difoto dulu, kerjaan numpuk, deadline di mana-mana. Kadang kita merasa capek banget, padahal cuma duduk di depan laptop. Kita merasa hampa, padahal followers banyak. Kenapa ya? 

Bisa jadi, ada satu 'kabel' yang tersambung putus dalam hidup kita, yaitu koneksi kita dengan Allah melalui shalat.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 45 tentang fungsi dahsyat dari shalat:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya: "Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Hadirin sekalian, coba kita bayangkan shalat itu seperti 'charger' untuk smartphone kita. 

Kita ini manusia, punya batas energi, punya batas kesabaran. Kalau kita terus-terusan dipakai buat urusan dunia tanpa pernah 'dicolok' ke sumber energinya, jiwa kita bakal lowbat. Kalau sudah lowbat, kita gampang marah, gampang depresi, dan gampang kena pengaruh buruk atau perbuatan mungkar. 

Shalat adalah momen di mana kita berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia, menaruh ego kita di lantai saat sujud, dan mengakui bahwa kita ini kecil di hadapan Allah yang Maha Besar. Ini adalah 'self-healing' yang paling orisinal dan paling ampuh.

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita betapa krusialnya posisi shalat dalam hidup seorang muslim:

اَلصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّيْنِ، فَمَنْ أَقَامَهَا فَقَدْ أَقَامَ الدِّيْنَ، وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّيْنَ

Artinya: "Shalat itu adalah tiang agama, maka barangsiapa yang mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama itu, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama itu."

Teman-teman milenial, seringkali kita beralasan 'nanti saja shalatnya kalau sudah sukses' atau 'nanti kalau sudah tobat'. 

Padahal, shalat itulah yang akan membawa kita pada kesuksesan yang berkah, dan shalat pulalah yang akan membantu kita untuk tobat. Jangan tunggu bersih baru mandi, tapi mandilah supaya bersih. Begitu juga shalat. Jangan merasa shalat itu beban atau sekadar gugur kewajiban. Jadikan shalat itu kebutuhan. 

Kalau kita merasa berat buat shalat, coba tanya ke hati kita: 'Masa sih, dari 24 jam yang Allah kasih, kita nggak punya waktu 10 menit buat ngobrol sama yang ngasih hidup?'. Ingat, shalat adalah amal pertama yang akan dihisab nanti. Kalau shalatnya aman, insyaAllah semua urusan lainnya juga ikut aman.

Allah juga memberikan peringatan keras dalam Surah Maryam ayat 59 bagi generasi yang meremehkan shalat:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Artinya: "Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturukan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan."

Oleh karena itu, mumpung kita masih muda, masih punya fisik yang kuat, mari kita perbaiki shalat kita. Shalat tepat waktu itu keren, shalat berjamaah di masjid itu luar biasa. Percayalah, saat kita mengutamakan Allah dalam shalat, Allah akan mengutamakan urusan kita di dunia. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang istiqomah menjaga shalat hingga akhir hayat kita.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

sebagai kesimpulan, shalat adalah identitas dan tali penghubung utama kita dengan Sang Pencipta. Di tengah dunia yang semakin bising dan penuh tekanan ini, shalat adalah tempat kita pulang untuk menemukan ketenangan yang sesungguhnya. 

Jangan pernah tinggalkan shalat dalam kondisi apa pun, karena shalat adalah cahaya di dunia dan penyelamat di akhirat. Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan, terutama kepada keluarga dan teman-teman sebaya kita untuk menjaga tiang agama ini.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَذُرِّيَّاتِنَا مِنْ مُقِيْمِي الصَّلَاةِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. اَللّٰهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ وَعَلَى طَاعَتِكَ.

Artinya: "Ya Allah, bantulah kami untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu. Ya Allah, jadikanlah kami dan keturunan kami sebagai orang-orang yang teguh mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. Ya Allah, wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu."

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Sudut Pandang
Sudut Pandang Menyajikan renungan, inspirasi, dan pandangan tentang Islam, pendidikan, serta makna hidup dari sisi iman dan ilmu. Temukan gagasan segar yang mencerahkan hati dan pikiran.

Post a Comment