Muhammadiyah: Kenapa Harus Repot Mengurus Orang Lain?
Oleh: Judin, S.Pd.I
Coba jujur.
Pernah nggak kalian berpikir begini?
Kalimat itu terdengar masuk akal.
Tugas sekolah menumpuk. Ulangan belum selesai. Notifikasi WhatsApp dan Instagram tidak ada habisnya. Belum lagi drama pertemanan yang kadang lebih rumit daripada soal Matematika.
Di tengah kesibukan itu, ada pelajaran Kemuhammadiyahan yang membahas istilah-istilah seperti Gerakan Islam dan Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Sebagian siswa langsung merasa materi ini jauh dari kehidupan mereka.
- "Ini kan urusan organisasi."
- "Ini kan urusan ustaz."
- "Ini kan urusan orang Muhammadiyah."
Padahal justru sebaliknya.
Materi ini sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
🌍 Kita Hidup di Dunia yang Saling Terhubung
Bayangkan suatu pagi kalian masuk kelas.
Pertanyaannya, apakah kondisi itu terjadi karena satu orang?
Tidak.
Biasanya karena banyak orang berpikir:
"Bukan tugas saya."
Masalahnya, kalau semua orang berpikir begitu, keadaan tidak akan pernah berubah.
Nah, Islam mengajarkan sesuatu yang berbeda.
Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana menjadi orang baik untuk diri sendiri. Islam juga mengajarkan bagaimana menjadi orang yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.
Di sinilah kita mulai memahami Muhammadiyah.
🏫 Muhammadiyah Bukan Sekadar Nama Sekolah
Sebagian siswa mengenal Muhammadiyah hanya sebagai nama sekolah.
Ada yang masuk sekolah Muhammadiyah karena dekat rumah.
Ada yang karena rekomendasi orang tua.
Ada yang karena teman-temannya sekolah di sini.
Bahkan tidak sedikit yang berasal dari keluarga non-Muhammadiyah.
Lalu muncul pertanyaan:
Karena yang dipelajari bukan sekadar organisasinya.
Yang dipelajari adalah cara berpikir yang melahirkan organisasi tersebut.
Muhammadiyah didirikan KH Ahmad Dahlan bukan untuk mencari anggota sebanyak-banyaknya.
Beliau melihat banyak persoalan di masyarakat: pendidikan tertinggal, kemiskinan, kesehatan yang kurang terjangkau, dan pemahaman agama yang belum berkembang.
Beliau bisa saja hanya berceramah setiap hari.
Namun beliau memilih sesuatu yang lebih sulit.
Beliau Bergerak
Mendirikan sekolah • Menggerakkan masyarakat • Membangun sistem yang bermanfaat
Dari sinilah lahir Muhammadiyah.
📖 Ketika Al-Qur'an Tidak Berhenti Menjadi Bacaan
Muhammadiyah banyak terinspirasi oleh QS Ali Imran ayat 104.
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar."
Biasanya ketika mendengar ayat ini, yang terbayang adalah ceramah.
Padahal ayat ini berbicara tentang gerakan.
Perhatikan kata-katanya.
Allah tidak hanya mengatakan "jadilah baik".
Allah menghendaki adanya sekelompok orang yang secara bersama-sama mengajak kepada kebaikan.
Mengapa harus bersama-sama?
Karena masalah masyarakat terlalu besar untuk diselesaikan sendirian.
✅ Satu sekolah bisa membantu ratusan siswa.
✅ Satu orang bisa menyumbang satu buku.
✅ Sebuah organisasi bisa membangun perpustakaan.
✅ Sebuah gerakan bisa membantu ribuan korban bencana.
Inilah alasan mengapa Muhammadiyah memilih menjadi organisasi.
🤝 Amar Ma'ruf Nahi Munkar Tidak Seseram Itu
Kalau mendengar istilah amar ma'ruf nahi munkar, sebagian siswa langsung membayangkan orang yang suka menegur.
Padahal maknanya jauh lebih sederhana.
✅ Amar Ma'ruf
Mengajak kepada kebaikan⛔ Nahi Munkar
Mencegah keburukanSesederhana itu.
Misalnya:
- Ketika kalian mengingatkan teman untuk mengumpulkan tugas tepat waktu, itu amar ma'ruf.
- Ketika kalian membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran, itu amar ma'ruf.
- Ketika kalian tidak ikut menyebarkan gosip tentang teman, itu nahi munkar.
- Ketika kalian menolak mencontek meskipun kesempatan terbuka lebar, itu nahi munkar.
Ternyata amar ma'ruf nahi munkar bukan hanya urusan mimbar masjid.
Ia hidup di kelas.
Di kantin.
Di lapangan sekolah.
Di grup WhatsApp.
Bahkan di kolom komentar media sosial.
🌟 Muhammadiyah dan Kehidupan Kalian Hari Ini
Sekarang coba lihat sekeliling.
Kalian belajar di sekolah Muhammadiyah.
Ada ruang kelas.
Ada guru.
Ada perpustakaan.
Ada kegiatan sosial.
Ada program keagamaan.
Ada beasiswa.
Ada berbagai kegiatan yang bertujuan membuat siswa berkembang.
Pernahkah kalian berpikir bahwa semua itu adalah bentuk nyata dakwah?
Banyak orang mengira dakwah hanya ceramah.
Muhammadiyah mengajarkan bahwa dakwah juga bisa berbentuk pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan berbagai kegiatan yang membawa manfaat.
Karena itu Muhammadiyah disebut sebagai Gerakan Islam.
Islam tidak hanya dibicarakan. Islam diwujudkan.
🏆 Menjadi Umat Terbaik Itu Bukan Soal Nama
Dalam QS Ali Imran ayat 110 Allah berfirman:
"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah."
Perhatikan.
Allah tidak mengatakan umat terbaik adalah yang paling terkenal.
Bukan yang paling kaya.
Bukan yang paling banyak pengikutnya.
Tetapi yang beriman, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah keburukan.
Artinya, memakai seragam sekolah Muhammadiyah tidak otomatis menjadikan seseorang istimewa.
Yang membuat seseorang istimewa adalah perilakunya.
- Apakah ia jujur?
- Apakah ia peduli?
- Apakah ia membantu orang lain?
- Apakah ia membawa manfaat bagi lingkungannya?
🎯 Jadi, Apa Pelajaran Terpenting dari Materi Ini?
Pelajaran terpentingnya sederhana.
Muhammadiyah adalah organisasi yang lahir dari perintah Al-Qur'an untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Muhammadiyah bukan sekadar nama organisasi.
Bukan sekadar nama sekolah.
Bukan sekadar sejarah yang dihafalkan menjelang ujian.
Muhammadiyah adalah contoh bagaimana nilai-nilai Islam diwujudkan menjadi gerakan nyata.
✅ Ketika memberikan beasiswa, Muhammadiyah sedang menjalankan amar ma'ruf.
✅ Ketika membantu korban bencana, Muhammadiyah sedang menjalankan amar ma'ruf.
✅ Ketika mendidik generasi muda agar menjauhi perilaku buruk, Muhammadiyah sedang menjalankan nahi munkar.
Karena itu, memahami Muhammadiyah tidak cukup hanya mengetahui siapa pendirinya atau kapan berdirinya.
Yang lebih penting adalah memahami semangatnya.
Jika kalian rajin belajar, membantu teman, menjaga kebersihan sekolah, menghormati guru, menolak perundungan, tidak menyebarkan hoaks, dan berani mengajak teman kepada kebaikan, maka kalian sedang menjalankan nilai yang sama dengan yang diperjuangkan Muhammadiyah sejak lebih dari satu abad yang lalu.
Dan mungkin, di situlah kita akhirnya memahami bahwa Muhammadiyah bukan hanya organisasi yang ada di luar diri kita.
Post a Comment
2. Komentar sensitif akan dihapus
3. Gunakan bahasa yang sopan dan saling menghargai perbedaan pendapat dan sudut pandang
4. Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE