Perubahan Capaian Pembelajaran (CP) PAI dan Budi Pekerti Tahun 2026

Table of Contents
Perubahan CP PAI dan Budi Pekerti 2026
Sosialisasi perubahan Capaian Pembelajaran (CP) PAI dan Budi Pekerti menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat karakter peserta didik dan meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur'an.

Pada tanggal 1 Juli 2026, Direktorat Pendidikan Agama Islam Kemenag bersama Kemendikdasmen menggelar sosialisasi krusial mengenai perubahan Capaian Pembelajaran (CP) PAI dan BP berdasarkan Keputusan Kepala BKPDM Nomor 20 Tahun 2026. Kegiatan ini menegaskan pergeseran paradigma pembelajaran dari fokus kognitif (memahami) menuju penguatan karakter, tuntas baca Al-Qur'an (TBQ), dan pengamalan nilai-nilai Islam.

Visi Strategis: "Jihad Fisabilillah" Literasi Al-Qur'an

Dr. M. Munir (Direktur PAI Kemenag) menyampaikan bahwa perubahan ini didasari oleh data memprihatinkan di mana hanya 3,2% siswa muslim yang mahir membaca Al-Qur'an. Oleh karena itu, CP terbaru membalik komposisi pembelajaran: 80% difokuskan pada pengamalan dan TBQ, sementara aspek memahami dikurangi menjadi sekitar 20%. Prof. dr. Toni Toharudin (Kepala BKPDM) menegaskan bahwa perubahan ini spesifik hanya untuk mata pelajaran Agama agar lebih relevan dengan tantangan zaman.

“80% pembelajaran difokuskan pada pengamalan dan TBQ, sementara aspek memahami sekitar 20%.”

Rincian Teknis Perubahan Capaian Pembelajaran Per Fase

Berdasarkan paparan para ahli, berikut adalah detail perubahan materi dan kompetensi di setiap jenjang:

📘 1. Fase A (Kelas 1-2 SD) – Narasumber: Muhammad Ghazali

  • Al-Qur'an: Kompetensi berubah dari sekadar memahami menjadi membaca, membedakan, dan menghafal. Materi difokuskan pada pengenalan huruf hijaiyah bersambung (2-3 huruf) dan surah-surah pendek (Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas).
  • Akidah: Pengenalan Asmaul Husna yang "ramah" dan menyejukkan batin anak, seperti Ar-Rahman, Ar-Rahim, As-Salam, dan Al-Mu’min.
  • Akhlak & SPI: Menekankan penerapan akhlak terhadap Allah (menyucikan dan memuji-Nya) serta pola hidup bersih. Materi SPI merunutkan kisah Nabi Adam, Idris, Nuh, dan Ibrahim.

📗 2. Fase B (Kelas 3-4 SD) – Narasumber: Muhammad Ghazali & Ahmad Fauzan

  • Al-Qur'an & Tajwid: Integrasi tajwid dalam bacaan. Huruf hijaiyah bersambung dipraktikkan langsung dengan hukum Mad Thobi’i, Izhar Halqi, Idgham, Iqlab, dan Ikhfa.
  • Akidah: Perubahan daftar Asmaul Husna menjadi Al-Ghaffar, Al-Wahhab, Al-Fattah, dan Al-Latif agar selaras dengan moderasi beragama.
  • Fikih: Materi Azan dan Iqamah digeser dari fase A ke fase B kelas 3. Materi puasa digabung dan dipindahkan ke fase C agar beban materi di fase B lebih proporsional.

📙 3. Fase C (Kelas 5-6 SD) – Narasumber: Ahmad Fauzan

  • Al-Qur'an: Fokus pada hukum bacaan Mim Sukun, Qalqalah, Ghunnah, serta Tafkhim dan Tarqiq (pada huruf Ra dan Lam Jalalah).
  • Akidah & Fikih: Asmaul Husna yang diajarkan meliputi Al-’Alim, Asy-Syakur, Al-Hakim, Al-Wadud, Al-Wali, Al-Hamid, Al-’Adl, dan As-Sabur. Di elemen Fikih, mulai diperkenalkan pengertian dasar dan hukum Wakaf.
  • SPI: Fokus pada kepemimpinan Nabi Muhammad saw. di Madinah.

📕 4. Fase D (Kelas 7-9 SMP) – Narasumber: Syikhudin

  • Kurikulum Berbasis Cinta (KBC): Elemen Akhlak diperkuat dengan muatan cinta: Cinta Allah, Rasul, Ilmu, Diri Sendiri, Sesama, dan Lingkungan.
  • Fikih: Penambahan materi Wakaf (fungsi dan tata cara) sebagai pengenalan awal sebelum jenjang SMA.
  • SPI (Perubahan Signifikan): Menghapus Dinasti Fatimiyah, Syafawi, dan Mughal untuk penyederhanaan. Namun, materi Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Tradisi Islam Nusantara ditarik kembali dari fase E ke fase D agar lebih relevan.

📒 5. Fase E (Kelas 10 SMA/SMK) – Narasumber: Ahmad Taufik

  • Fikih Kontemporer: Penambahan besar pada materi Ekonomi Syariah (pengenalan) dan Wakaf (sejarah, ketentuan, dan aksi nyata) sebagai solusi etis ekonomi global.
  • SPI: Fokus pada peran tokoh Ulama penyebar Islam di Indonesia, khususnya Wali Songo dan ulama sezaman di luar Jawa pada abad 14-16.
  • Tajwid: Penekanan khusus pada hukum bacaan Wakaf dan Washal.

📓 6. Fase F (Kelas 11-12 SMA/SMK) – Narasumber: Heri Nugroho

  • Al-Qur'an & Tajwid: Pendalaman tajwid tingkat lanjut seperti Mad Lazim, Mad Silah, Mad Iwad, hingga Gharib dan Musykilat di kelas 12.
  • Fikih: Pendalaman Lembaga Keuangan Syariah serta pengelolaan dan optimalisasi potensi Wakaf.
  • SPI: Mengangkat peran Organisasi Islam di Indonesia (sebelum dan sesudah kemerdekaan) serta kiprah Ulama Indonesia yang mendunia agar siswa memiliki kebanggaan nasional.

🏫 7. Pendidikan Khusus (Fase A-F SLB) – Narasumber: Cecep Gali & Neti Herawati

  • Pendekatan Adaptif: CP dirancang lebih fungsional dan aplikatif untuk murid dengan hambatan intelektual. Fokus pada habituasi (pembiasaan), kemandirian, dan pengenalan nilai dasar seperti meniru gerakan salat, melafalkan doa, dan ungkapan positif (Cinta Diri dan Orang Lain).
  • Materi Esensial: Pengenalan 25 nabi dilakukan secara bertahap (Nabi Adam & Nuh di fase A, dsb.). Materi fikih difokuskan pada praktik langsung seperti tata cara berwudu, tayamum, dan zakat fitrah.

Penutup: Implementasi Tahun Ajaran 2026/2027

Dr. Laksmi Dewi (Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran) mengingatkan bahwa CP terbaru ini menggunakan Taksonomi Solo yang lebih konkret dan mudah diukur. Guru diharapkan segera melakukan asesmen awal untuk memetakan kemampuan siswa dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, terutama bagi siswa yang belum lancar membaca Al-Qur'an.

Perubahan ini bukan untuk memperumit, melainkan untuk memastikan pendidikan agama hadir sebagai panduan hidup yang nyata bagi generasi masa depan Indonesia.

📥 Download Dokumen CP PAI dan Budi Pekerti Terbaru Fase F

Unduh dokumen resmi perubahan Capaian Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Fase F Kelas XI dan XII Tahun 2026.

Download Saiki Gas!
Sudut Pandang
Sudut Pandang Menyajikan renungan, inspirasi, dan pandangan tentang Islam, pendidikan, serta makna hidup dari sisi iman dan ilmu. Temukan gagasan segar yang mencerahkan hati dan pikiran.

Post a Comment