GEMPAR! Detik-detik Wanita Ini Bersyahadat di Depan 2 Pendeta Setelah Debat Sengit!

Table of Contents
Dondy Tan membimbing Ibu Lianawati (tengah) mengucapkan dua kalimat syahadat

Sebuah diskusi lintas agama di channel youtube ngaji cerdas yang mempertemukan Dondy Tan dengan dua pendeta, Budi Asali dan Esra Soru, menghadirkan perdebatan sengit mengenai akar keyakinan dalam Alkitab. Diskusi ini tidak hanya mengulas tafsir kitab suci, tetapi juga berakhir dengan sebuah momen mengejutkan yang menyentuh sisi spiritual para penonton.

Titik tekan perdebatan dimulai ketika Dondy Tan mempertanyakan hak tafsir umat Kristen terhadap Tanakh (Kitab Suci Yahudi). 

Menurut Dondy, banyak nubuatan dalam Perjanjian Lama yang diklaim Kristen untuk Yesus sebenarnya tidak memiliki dasar kuat dalam perspektif Yahudi sebagai pemilik asli kitab tersebut".

Salah satu topik paling panas adalah mengenai definisi "Kristen". Pendeta Esra Soru berargumen bahwa tokoh-tokoh besar seperti Musa dan Abraham dapat disebut Kristen karena mereka percaya pada Mesias yang akan datang. Esra menjelaskan bahwa meskipun nama "Yesus" tidak muncul secara eksplisit di Perjanjian Lama, para nabi tersebut telah menerima nubuatan tentang Kristus.

Namun, Dondy Tan menyanggah argumen tersebut dengan merujuk pada Bilangan 23:19, yang menyatakan bahwa "Allah bukanlah manusia". Ia mempertanyakan bagaimana Musa bisa dianggap Kristen jika ajaran dasarnya menekankan bahwa Tuhan tidak menyerupai manusia, sementara Kristen meyakini Tuhan menjadi manusia dalam diri Yesus?

Menanggapi hal itu, Pendeta Esra menjelaskan konsep Wahyu Progresif. Menurutnya, nabi-nabi zaman dahulu hanya melihat "bayang-bayang" dari apa yang akan terjadi di masa depan, sedangkan umat Kristen saat ini telah melihat penggenapan lengkapnya. Bagi pihak pendeta, keselamatan di zaman apa pun hanya bisa diperoleh melalui iman kepada Kristus.

Diskusi juga menyentuh dalam Yesaya 53, yang sering dianggap sebagai nubuatan tentang Yesus yang menderita. Dondy memaparkan bahwa dalam kacamata Yahudi, ayat tersebut merujuk pada penderitaan bangsa Israel, bukan individu Mesias tertentu. Ia menegaskan bahwa tujuannya berdiskusi adalah untuk membentengi akidah umat Islam dari upaya pendangkalan iman.

Meskipun debat berlangsung tajam, kedua belah pihak sepakat untuk tetap menjaga persahabatan dan kerukunan. Pendeta Esra menyatakan bahwa mereka tidak bermaksud melakukan pemurtadan, melainkan hanya memberitakan apa yang mereka yakini sebagai kabar baik.

Kejutan besar terjadi tepat setelah sesi diskusi berakhir. Seorang wanita bernama Ibu Lianawati Rusti Dewi maju ke depan untuk menyatakan keinginannya memeluk agama Islam. Ia menegaskan bahwa keputusannya tersebut murni atas kemauan sendiri tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

Di hadapan para hadirin dan disaksikan oleh Dondy Tan, Ibu Lianawati mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh keyakinan. Suasana haru menyelimuti ruangan saat ia secara resmi diterima sebagai bagian dari umat Muslim.

Dondy Tan memberikan pesan menyentuh bahwa masuknya seseorang ke dalam Islam bukanlah berpindah agama, melainkan kembali kepada Fitrah. Menurutnya, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan berserah diri kepada Sang Pencipta, dan momen ini adalah perjalanan pulang menuju kemurnian tauhid.

Sudut Pandang
Sudut Pandang Menyajikan renungan, inspirasi, dan pandangan tentang Islam, pendidikan, serta makna hidup dari sisi iman dan ilmu. Temukan gagasan segar yang mencerahkan hati dan pikiran.

Post a Comment